Selasa, 28 Mei 2013

Jurnal Praktikum Kimia Organik "Analisis Kualitatif Senyawa Organik"



PERCOBAAN 1
                                   I.      JUDUL                             ; ANALISIS KUALITATIF SENYAWA ORGANIK
                      II.     HARI/TANGGAL            ; 2 APRIL 2013 / SELASA
                      III.        TUJUAN                                           
                 - Mahasiswa diharapkan mampu menganalisis senyawa organik
                   - mendeteksi secara kualitatif unsur karbon dan hidrogen
                     - mendeteksi secara kualitatif unsur nitrogen, sulfur dan halogen



         IV.   Landasan Teori

          Pada dasarnya konsep analisis kimia dapat dibagi atas 2 bagian ;
  1.      Analisis kualitatif ; Analisis yang berhubungan dengan identifikasi suatu zat atau campuran yang tidak diketahui
   2.      Analisis Kuantitatif ; Analisis yang menyangkut penentuan jumlah zat tertentu yang ada dalam suatu sampel.
   Ada 2 langkah utama dalam analisis adalah identifikasi dan estimasi komponen komponen suatu senyawa. Langkah identifikasi ini dikenal sebagai analisis kualitatif sedangkan estimasinya adalah analisis kuantitatif.
Analisis kualitatif digunakan sebelum analisis kuantitatif setelah mengetahui komponen pengotor  apa melalui analisis kualitatif barulah dilakukan analisis kuantitatif. Dalam analisis kualitatif karna apabila kita dihadapkan pada suatu sampel yang tidak di ketahui maka hal yang pertama ditanya adalah apakah warnanya, warna merupakan hal yang sangat penting dalam analisis kuantitatif.


                                                            Day R.A JR. Dan Al Underwood : 1992




   Analisa organik kualitatif unsur unsur zat organik adalah pengajaran yang banyak bergerak dalam bidang identifikasi senyawa organik yang tidak diketahui. Keberhasilan dipengeruhi oleh banyak faktor, yang berhubungan erat dengan sifat yang khas dari masing masing senyawa atau campurannya.
Tahap pertama dalam analisa kualitatif adalah menentukan adanya unsur unsur karbon, hidrogen, oksigen, halogen, belerang dan fosfor. Selain itu setiap senyawa organik mempunyai sifat kelarutan yang khas, yang meliputi jenis pelarut dan jumlah kelarutan yang khas yang meliputi jenis pelarut dan jumlah kelarutan, sifat kelarutan akan membantu mempersempit ruang gerak analisis secara kimia.

                                                                        Harizon, M.Si, 2003


            Dulu senyawa organik tidak dapat dibuat dalam labiratorium tetapi setelah Fredich Wohler berhasil membuat urea melalui pemanasan pada tahun 1923, maka senyawa organik lain mulai dibuat di laboratorium, adanya unsur karbon dan hidrogen dalam sampel organik, secara lebih pasti dapat ditunjuk melalui cara kimia yaitu dengan uji pembakaran.
Pembakaran sampel organik akan mengubah karbon (c), menjadi karbon dioksida (co) dan Hidrogen (H) menjadi H2O, dapat diketahui melalui sifatnya yang mengerahkan air kapur sedang air dapat dikenal dengan cobalt (Co) air mengubah warna kertas cobalt dari biru menjadi merah muda.
            Sampel + oksidator Co(g) + H2O (1)
Co2(g) + Ca (OH)2  à CaCo3 (s) + H2O
Kertas kobalt biru + H2O kertas cobalt merah muda,
Karbon dan hidorogen akan teroksida menjadi CO2 dan H2O CO2 dikenal dengan menggunakan air kapur sedangkan air dengan kertas kobalt.

                                                           
                                                                                    Ralph, 2001 : 1
           

Analisis unsur senyawa organik dilakukan dengan cara sebagai berikut sejumlah massa tertentu sampel dibakar dan karbon dioksida dan air yang di hasilkan dijebak dengan absorben yang tepat dan massa absorben kemudian ditentukan, peningkatan massa absorbent di akibatkan oleh karbon dioksida dan air yang diserap serap dari nilai ini jumlah karbon dan hidrogen dalam sampel dapat di tentukan metoda pembakaran sudah dikenal sejak dulu. Metode ini digunakan oleh Lavoiser dan secara signifikan disempurnakan oleh Liebig.

                                                                        Yoshito, 2009


Nitrogen di temukan oleh kimiawan dan fisikawan Daniel Ruthford ditahun 1772 dia memisahkan oksigen dan karbondioksida dari udara dan menunjukkan gas yang tersisa oleh tidak menunjang pembakaran dan mahluk hidup, pada saat yang bersamaan ada ilmuan yang lainnya yang mengadakan riset tentang nitrogen, mereka adalah scheele carverdish, Priestly dan yang lainnya mereka menamakan gas ini udara tanpa oksigen, tetapi pada hidrogen telah digunakan bertahun-tahun sebelum akhirnya dinyatakan sebagai unsur unik.

                                                                                    Vogel, 1985





              V . ALAT DAN BAHAN

    -          ALAT
    ·         Tabung Reaksi
    ·         Pipet tetes
    ·         Penjepit
     ·         Gelas ukur 100ml
    ·         Cawan porselin
    ·         Kasa dan kakinya
     ·         Bunsen





       -          BAHAN
      ·         Sulfur
      ·         NaOH 0,1 M
      ·         Timbal Asetat (Ca3Coo)2
      ·         Asam Nitrat Encer (HNO3)
     ·         Naphteli
     ·         Air kapur
     ·         H2SO4



















            VI.             PROSEDUR KERJA

A.    Tes Bestein



Kawat Tembaga
 
 
-          Dipanaskan sampai kemerah merahan
-          Diteteskan dengan 2 tetes CCL4
-          Dipisahkan dan di amati nyala yang di tunjukkan dengan uap
 
Kawat Tembaga
Hasil
 









B.      Tes CAO

-          Dipanaskan sampai suhu tinggi
-          Di tambah 2 tetes Ccl4  dan didinginkan
-          Dididihkan dengan 5-10ml air suling
-          Dituang dalam gelas kimia 100ml dan HNO3 Encer
-          Jika tidak jernih disaring dengan kertas saring
-          Ditambah larutan AgNO3 encer 5-10%
 
hasil
 
CaO Bebas Halogen
 
                                 










C.      TES KARBON DAN HIDROGEN

Hasil
 
-          Disusun hingga masuk dalam tabung reaksi berisi 10ml Ca(OH)2
-          Campur kemudian panaskan
 
Tabung pengalir gas
 
-          Dimasukkan dalam cawan poeselin
-          Dikeringkan di atas bunsen
-          Dicampurkan dengan sejumlah gula dan CaO
-          Dipindahkan kedalam tabung reaksi Pyrex
-          Dengan di lengkapi sumbat dan pipa pengalir gas
 
1-2 Garam serbuk CaO Kering
 
                                       













D.      TES HALOGEN
Hasil
 
-          Ditambah HNO3 Encer
-          Ditambah larutan AgNO3 encer 5-10%
-          Dididihkan beberapa Menit
 
3 ML larutan L
 
                                                       














E.       TES BELERANG

Larutan L
 
                                                                               
Hasil
 
-          Disaring dan diasamkan dgn H2SO4 encer
-          Ditambah 5 tetes larutan KF 10% dan 1 tetes larutan FeCL3
 
Endapan FeS
 
- 5ml FeSo4  di tambahkan 1-2 ML larutan NAOH
- Dipanaskan sampai mendidih
 
                                                                               










F.       TES NITROGEN



 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar