Kamis, 30 Mei 2013

Laporan Praktikum Kimia Organik "Analisis Kualitatif Senyawa Organik"



I.                   DATA PENGAMATAN

1.      Tes Karbon dan Hidrogen à Menghasilkan endapan putih
C6H14O6  + CuO
CO2 + Ca (OH)2 à CaCO3 + H2O
2.      Tes Belstein à Warna nyala merah nyata
Cu à 2CuO
2CuO + Ccl4 à 2CuCl2 + CO2
3.      Tes CaO
Berwarna putih susu, setelah ditambahkan AgNO3
Menjadi warna coklat



II.                 PEMBAHASAN
Analisis kualitatif merupakan analisis untuk identifikasi element, spesier senyawa senyawa yang ada di dalam sampel. Dengan kata lain analisis kualitatif berkaitan dengan cara untuk mengetahui ada atau tidaknya suatu sampel senyawa organik atau senyawa karbon adalah suatu senyawa yang unsur unsur penyusunnya terdiri dari atam karbon dan atom atom hidrogen , oksigen, nitrogen, sulfur, halogen & Fosfor.
Pada percobaan ini dilakukan pengidentikasian senyawa karbon hidrogen, halogen (Tes Belstein dan Tes CaO)


1.      Uji karbon dan hidrogen
Dalam percobaan ini menggunakan sampel CuO, Mula mula 1 gr CuO lalu di tambahkan 1gr Gula (C6H12O6) dan di panaskan dalam tabung reaksi. Kemudian di panaskan dalam tabung reaksi. Kemudian di ambil larutan Ca(OH)2 Sebayak 10 ml dan dimasukkan kedalam tabung reaksi yang lain. Lalu hubungkan tabung reaksi yang berisi CuO + C6H12O6  dengan tabung reaksi C6 (OH)2 dengan menggunakan pipa pengalir gas sehingga gas bisa mengalir dan bisa masuk dari tabung CuO ke tabung, disaat pemanasan reaksi bahwa ketika sukrosa dipanaskan akan menghasilkan CO2 dan H2O.
Dan ketika uap gas tersebut masuk ke dalam Ca(OH)2 Gas CO2 akan memperkeruh larutan air kapur atau CaCO3 berwarna putih.
                        CO2 +  Ca(OH)2 à CaCO3 +  H2O
Adanya karbon di tunjukkan dengan warna hitam pada gula dan CaO yang di bakar sedangakan hidrogen ditunjukkan dengan adanya uap air pada dinding tabung reaksi.


2.      Tes Belstein
Pada uji belstein ini mula mula hal yang dilakukan adalah memanaskan tembaga sampai berwarna merah menyala dan tidak memberi warna nyala lain dingikan dengan cara mentetsi kawat tersebut dengan 2 tetes Ccl4 setelah dingin dipanaskan kembali dan diamati warna nyala di tunjukkan oleh uap Cu yang terbentuk. Pada percobaan ini dihasilkan merah nyala , pada dasar nya uji reaksi belstein adalah mengidentifikasi unsur halogen pada suatu senyawa jika di dalamnya terdapat unsur halogen maka warna nyala yang ditimbulkan setelah di bakar adalah warna unsur halogen persamaan reaksi.
                        Cu à 2CuO
            2CuO + Ccl4 à 2CuCl2 + CO2


3.      Tes CaO
Pada tes CaO ini mula mula di tabung reaksi dipanaskan CaO 1gr sampai suhu tinggi ketika masih panas ditambahka 2 tetes Ccl4 lalu didinginkan 5 menit setelah dingin dididihkan dengan 5-10 ml air suling, lalu tuangkan ke dalam gelas kimia 100ml dan larutan HNO3 encer.
Saat CaO di tambahkan Ccl4 akan menghasilkan endapan berwana putih CaO + Ccl4 à 2Ccl4+CO2 ketika di tambah air dan HNO3 larutan menjadi kental dan ada endapan namun tidak diperoleh larutan jernih lalu kami saring sehingga filtrat dan endapan terpisah.
                        CaCl2+ 2 HNO3 à Ca (NO3)2 + 2Hcl
Filtrat yang mengandung unsur halogen (Cl) ini di tambahkan AgNO3 3tetes, larutan berubah
warnanya menjadi coklat, seharusnya larutan berubah menjadi hijau karena warna asli dari unsur Cl adalah hijau.
            Hcl + AgNO3 à AgCl + HNO3
Persamaan ini tidak sama dengan teori unsur nyata halogen.

















4.      Tes Belerang

Pada tes belerang menggunakan sampel larutan L (Lasiaigne) ada 3 cara untuk mendeteksi unsur belerang dalam kimia organik
a.       Uji Natrium Nitro Prosida
Na2S+Na[Fe(cn)2NO]àNa4[Fe(Cn)5NO5)
Natrium Nitroposida          Natrium tionitroposida

Maka terbentuk warna ungu yang tak tetap tidak terjadi reaksidengan larutan hidrogen sulfida atau gas hidrogen sulfida yang bebas tetapi jika kertas sering dibasahi dengan larutan reagensia yang telah dijadikan basa dengan larutan NaOH atau NH3. Akan dihasilkan warna ungu dan hidrogen sulfida bebas.

b.      Uji Timbal Asetat

NaS+Pb(CH3CooH)2à PBs + 2(CH3CooNa)2
    Timbal asetat                                             timbal sulfida
Pada reaksi ini ekstraksi natrium di asamkan dengan asam asetat.


5.      Uji Nitrogen

Untuk mengetahui adanya nitrogen dalam senyawa organik maka sampel (Larutan L) harus di reaksikan dengan besi Sulfat dan dilanjutkan dengan menambah besi klorida.
Reaksi =
                        NaCN+FeSO4àNA4[Fe(CN6)]+Na2SO4
                        Na4[Fe(Cn6)]+4FeCl3àFe4 (Fe(Cn6)3+2NaCl
Dari reaksi tersebut warna biru tua dari senyawa FerriFerroksida dapat mendeteksi adanya unsur nitrogen dalam senyawa tertentu dengan NaCn untuk membentuk natrium Ferrocyanida, lalu natrium ferro cyanida ion fe2+ pada anion kompleks inilah yang memberi warna biru.


III.                DISKUSI

Pada percobaan “Analisis Kualitatif Senyawa Organik” kami hanya melakukan 3 percobaan yaitu ;

a.       Tes Karbon dan Hidrogen
Sampel yang digunakan pada percobaan kali ini adalah CuO dan gula C6H12O6, ketika CuO dan  C6H12O6 dipanaskan terus menerus gula akan membentuk endapan hitam di dasar tabung reaksi, ini menunjukka bahwa adanya unsur CO dengan gula akan menghasilkan uap CO2 dan H2O, uap air yang menempel pada dinding tabung reaksi menunjukkan adanya unsur H, dan ketika uap CuO dialirkan ke dalam tabung reaksi berisi Ca(OH)2 akan terbentuk endapan berwarna putih.

b.      Tes Belstein
Adalah mengidentifikasi unsur halogen pada suatu senyawa jika di dalamnya terdapat unsur halogen, maka warna yang di timbulkan setelah di bakar adalah sesuai dengan warna asli unsur halogen, pada percobaan ini Cu di bakar ditambah CCl4
       2CuO+ CCl4 à 2CuCl4 + CO2
Pada percobaan kali ini warna nyala yang dihasilkan adalah merah nyala, sebenarnya warna nyala yang dihasilkan adalah warna asli sampel Cl yaitu Hijau.

c.       Tes CaO
Pada percobaan kali ini 2gr CaO di tambah Ccl4 dan HNO3 terdapat endapan putih susu (larutan kental) namun tidak di peroleh larutan jernih.
            CaO+CCl4 à 2CaCl2 +Co2
            CaCl2+2HNO3 à Ca(NO3)+2Hcl
Setelah dilakukan penyaringan filtrat yang mengandung unsur halogen ditambah 3 tetes AgNOlarutan menjadi coklat
            Hcl+AgNO3 à AgCl+HNO3
Percobaan ini tidak sesuai dengan teori seharusnya filtrat berwarna hijau sesuai dengan warna asli cl, ketidak sesuaian ini dikarenakan tidak telitinya praktikan dalam melakukan praktek, penyaringan yang tidak sempurna sehingga filtrat yang diperoleh mengandung unsur unsur yang menyebabkan perubahan warna, ini tidak sesuai teori.

IV.              KESIMPULAN

Berdasarkan percobaan yang dilakukan ini dapat disimpulkan
1.      Karbon dan hidrogen pada suatu senyawa dibuktikan dengan adanya endapan berwarna hitam ketika dibakar dan unsur2 hidrogen dibuktikan adanya uap air yang menempel pada tabung reaksi.
2.      Tes belstein merupakan identifikasi unsur halogen pada suatu senyawa yang menghasilkan utama sesuai denan warna asli unsur halogen.
3.      Tes belerang dengan sampel larutan 2 dengan cara 3
-         Uji Natrium Nitro Prosida
-         Uji timbal asetat
-         Uji perak Nitrat

V.               DAFTAR PUSTAKA

Takuchi. Yoshito. 2006. BukuTeks Pengantar kimia : Tokyo : Iwani Shouten

Heriyanto dan Hery. 2006. Referensi Bantuan Sumber AC di Pegunungan 30 Sumatra Barat Jurnal Indonesia.

Day. RA. 2007. Kimia. Grafindo. Media Pratama.

Yayan Sumaria. 2010

Haryadi W. 1990. Ilmu Kimia Analitik Dasar. Gramedia. Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar